Sabtu, 31 Maret 2018


Landasan Pemikiran Komunikasi Bisnis

Pengertian dan Cakupan Komunikasi
n  Kemampuan berkomunikasi menunjukkan keberhasilan seseorang dalam mengirim pesan-pesan secara jelas, manusiawi, dan efisien.
n  Bidang komunikasi bisnis meliputi pengiriman dan penerimaan pesan-pesan dalam suatu organisasi di antara dua orang, diantara sekelompok kecil masyarakat, atau dalam satu atau beberapa bidang untuk mempengaruhi perilaku organisasi
n  Komunikasi bisnis merupakan suatu ajakan yang alami dan menggambarkan upaya untuk mempengaruhi perilaku dalam organisasi.
n  Presentasi bisnis adalah presentasi lisan yang dilakukan oleh orang-orang yang tertarik dengan penjualan gagasan, proses-proses program, produk dsb yang ditujukan kepada berbagai kelompok yang memiliki kekuatan untuk merekomendasi atau melakukan keputusan-keputusan pembelian

Bisnis Dalam Pandangan Komunikasi

Komunikasi bisnis adalah :
• Bentuk komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi , verbal maupun nonverbal .
• Komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis baik secara Internal , yakni orang-orang yang ada dalam Perusahaan itu sendiri melakukan komunikasi , maupun secara eksternal , yakni komunikasi perusahaan dengan pihak luar perusahaan.
Dalam komunikasi kegiatan promosi bisnis biasanya meliputi :
1. Kegiatan hubungan antar-manusia (human relation).
2. Kegiatan hubungan masyarakat (publik relation).
3. Kegiatan advertensi atau iklan.
Efektivitas komunikasi ditentukan oleh beberapa hal :
1. Persepsi
2. Ketepatan
3. Kredibilitas
4. Pengendalian
5. Kecocokan
Media Promosi menggunalkan alat bantuan seperti :
1. Surat Kabar
2. Televisi
3. Radio
4. Majalah
5. Buka toko (out-door)
6. Direct Mail
Beberapa karakteristik komunikasi bisnis yang baik
1. Disusun menurut siapa yang akan menerima pesan dan informasi yang seperti apa yang dibutuhkan.
2. Disusun mempertimbangkan waktu dan biaya.
3. Disusun untuk lebih dari satu tujuan.
4. Disusun dengan memperhatikan kata dan informasi yang dikirimkan.

Difusi Dan Inovasi
Difusi Inovasi adalah teori tentang bagaimana sebuah ide dan teknologi baru tersebar dalam sebuah kebudayaan. Teori ini dipopulerkan oleh Everett Rogers pada tahun 1964 melalui bukunya yang berjudul Diffusion of Innovations. Ia mendefinisikan difusi sebagai proses di mana sebuah inovasi dikomunikasikan melalui berbagai saluran dan jangka waktu tertentu dalam sebuah sistem sosial.
Inovasi merupakan ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh manusia atau unit adopsi lainnya. Teori ini meyakini bahwa sebuah inovasi terdifusi ke seluruh masyarakat dalam pola yang bisa diprediksi. Beberapa kelompok orang akan mengadopsi sebuah inovasi segera setelah mereka mendengar inovasi tersebut. Sedangkan beberapa kelompok masyarakat lainnya membutuhkan waktu lama untuk kemudian mengadopsi inovasi tersebut. Ketika sebuah inovasi banyak diadopsi oleh sejumlah orang, hal itu dikatakan exploded atau meledak.
Konsep Teori Difusi Inovasi
Tujuan utama dari difusi inovasi yaitu diadopsinya suatu inovasi yakni gagasan, ilmu pengetahuan dan teknologi baik oleh individu maupun kelompok sosial tertentu. Oleh karenanya Rogers mengemukakan bahwa terdapat 4 karakteristik inovasi yang yang dapat mempengaruhi tingkat adobsi dari individu maupun kelompok sosial tertentu.
a.       Keuntungan Relatif (Relative Advantage)
Keuntungan relatif adalah bagaimana suatu inovasi yang baru ini dapat dikatakan lebih baik dari inovasi sebelumnya atau justru tidak lebih baik dari inovasi sebelumnya. Tolak ukuranya adalah bagaimana seorang adopter merasakan langsung dampak dari inovasi tersebut yang menjadikanya puas ataupun tidak puas pada sebuah inovasi. Semakin besar keuntungan relatif yang dirasakan oleh adpoter akan menjadikan inovasi tersebut semakin capat untuk diadopsi oleh suatu kelompok
b.      Kesesuaian (compatibility)
Kesesuaian berkaitan dengan bagaimana suatu inovasi itu dapat dikatakan sesuai dengan kondisi masyarakat, kebudayaan dan nilai-nilai dalam masyarakat tersebut, serta tentu saja apakah sesuai dengan kebutuhan yang ada. Jika sesuai dengan apa yang disebutkan makan suatu inovasi itu akan mudah diadopsi bilamana tidak maka sebaliknya akan sulit diadopsi.
c.       Kerumitan (complexity)
Kerumitan berkaitan dengan seberapa rumit suatu inovasi dapat dipahami dan dijalankan oleh adopter. Semakin rumit tentu saja akan semakin sulit untuk diadopsi begitu pula sebaliknya semakin mudah dipahami maka inovasi tersebut akan semakin mudah untuk diadopsi.
d.      Dapat diuji coba (triability)
Suatu inovasi akan lebih mudah diadopsi manakala inovasi tersebut dapat di uji cobakan dalam kondisi sebenarnya. Bahwa suatu inovasi tersebut, sesuai atau tidaknya dapat segera diketahui manakala dapat dilihat melalui suatu uji coba. Dengan uji coba para adopter dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari inovasi tersebut sebelum diadopsi seluruhnya.
Umpan Balik

a.   Umpan depan adalah informasi pengantar mengenai komunikasi masa mendatang yang meliputi pesan-pesan verbal. Penguraian sandi adalah suatu proses pemberian arti terhadap simbol-simbol yang diterima. Penerima adalah orang yang menerima simbol-simbol

b.      Umpan balik adalah setiap pesan verbal atau non verbal yang dikirimkan kembali kepada sumber yang berhubungan dengan pesan sumber. Gangguan adalah setiap faktor yang mengubah atau mencampuri penerimaan yang jelas. Konteks meliputi kondisi fisik dan kondisi lain yang melingkupi tidakan komunikasi.
Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar