Sabtu, 31 Maret 2018

Revisi Pesan - Pesan Bisnis

  1. Peninjauan ulang atau penyempurnaan untuk antisipasi kesalahan ketik atau kekurangan lainnya, sehingga sesuai dengan maksud & tujuan pesan.
Hanya sedikit penulis yang bisa menghasilkan sebuah tulisan yang memuaskan pada versi pertama.

  1. Pesan bisnis memerlukan proses pemikiran,tenaga dan waktu yang cukup. pesan bisnis mencakup pesan pesan bisnis tertulis dan pesan bisnis yang disampaikan secara lisan.
Pesan bisnis tertulis
a) Mengevalusi Isi, Pengorganisasian & Gaya Penulisan

b) Mengedit Mekanik/Teknik Penulisan
a.       Susunan kalimat, sesuai dengan kaidah bahasa.
b.      Penggunaan kapitalisasi secara tepat.
c.       Penulisan tanda baca secara benar.
d.      Perhatikan makna keutuhan suatu kalimat .
e.       Perhatikan pengulangan kata yang tidak tepat.

c.) Mengedit Format & Layout Format & bentuk fisik penulisan:
•Menarik, ditata rapi, bersih & tidak penuh coretan, menggunakan kertas yang berkualitas.

  1. Pesan bisnis lisan Disampaikan melalui rapat/pertemuan bisnis, negosiasi, presentasi bisnis. Perlu kerangka dasar (outline) tentang substansi pesan-pesan yang akan disampaikan

  1. Perlu pengeditan yang mencakup:

A. SUBSTANSI PESAN
·         Apakah inti pesan telah tercantum di dalamnya?
·         Apakah data pendukung (tabel, grafik, bagan, audio, audivisual) juga sudah tercantum?

B. PENGORGANISASIAN PESAN
·         Pembuka.
·         Penyampaian substansi pesan.
·         Penutup.

C. GAYA BAHASA
·         Lebih menarik & dinamis daripada tertulis.
·         Penyampaian yang lebih santai, luwes & tidak monoton

  1. PEMILIHAN KATA YANG TEPAT
o   Kata yang sudah familiar/dikenal.
o   Kata yang singkat.
o   Hindari kata bermakna ganda.

  1. MEMBUAT KALIMAT YANG EFEKTIF
Bentuk kalimat yang dengan sadar & sengaja disusun untuk mencapai informasi yang tepat & baik.

ADA 3 JENIS KALIMAT:
a.       KALIMAT SEDERHANA
b.      KALIMAT MAJEMUK
c.       KALIMAT KOMPLEKS

  1. MEMBUAT KALIMAT YANG EFEKTIF
Bentuk kalimat yang dengan sadar & sengaja disusun untuk mencapai informasi yang tepat & baik.

ADA 3 JENIS KALIMAT:
a.       KALIMAT SEDERHANA
b.      KALIMAT MAJEMUK
c.       KALIMAT KOMPLEKS
d.      CARA MENGEMBANGKAN PARAGRAF PEMECAHAN MASALAH
Sumber :

Pengorganisasian Pesan-Pesan Bisnis

Mengorganisasi pesan-pesan secara baik adalah suatu tantangan bagi komunikator. Untuk dapat mengorganisasi pesan-pesan dengan baik, ada empat hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
• Subjek dan tujuan haruslah jelas.

• Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan

• Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan dengan cara yang logis.

• Semua informasi yang penting harus sudah tercakup

Manfaat pesan yang disusun dengan baik adalah:
a.       membantu audiens memahami suati pesan
b.      membantu audiens menerima suatu pesan
c.       menghemat waktu
mempermudah pekerjaan komunikator

Tidak teroganisasinya komunikasinya dengan baik dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut :
a) Bertele-tele
Sering kali pesan pembuka awal sebuah surat terlalu panjang hingga mencapai beberapa paragraf, baru kemudian masuk ke topik bahasan. Dengan kata lain, pesan-pesan awal terlalu bertele-tele, sehingga pembaca memerlukan waktu yang cukup lama untuk memahami maksud pesan-pesan yang disampaikan

b) Memasukkan bahan-bahan yang tidak relevan
Faktor berikutnya adalah adanya informasi yang tidak relevan dan tidak penting dalam pesan yang disampaikan kepada audiens. Informasi yang tidak relevan, disamping membuang-buang waktu juga dapat membuat pesan-pesan yang disampaikan menjadi kabur, tidak jelas, dan sulit dipahami. Oleh karena itu, sebaiknya hanya informasi yang relevan dan penting saja yang disampaikan kepada audiens.

c) Menyajikan ide-ide secara tidak logis
Penyebab selanjutnya adalah adanya ide-ide yang tidak logis dan tidak terkait dengan topic bahasan yang disampaikan kepada audiens. Hal ini menyebabkan ketidaklancaran komunikasi karena audiens akan sulit memahami poin-poin penting yang disampaikan

d) Informasi penting kadang kala tidak tercakup didalam pembahasan
Apabila pesan-pesan yang tidak relevan, pesan-pesan yang tidak penting , dan pesan pesan yang bersifat bombastis lebih dominan, ada kecenderungan poin-poin yang penting justru terlupakan dan topic pembahasan. Karena asyik membahas hal-hal yang hanya bersifat perlengkap atau pendukung saja, poin-poin yang seharusnya memperoleh porsi bahasan lebih besar menjadi terabaikan.

2. Bagaimana suatu pesan dikatakan terorganisasi dengan baik?

Untuk dapat mengorganisasi pesan-pesan dengan baik, ada empat hal yang perlu diperhatikan , yaitu :

a) Subyek dan tujuan haruslah jelas

b) Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan

c) Ide –ide harus dikelompokan dan disajikan dengan cara yang logis

d) Semua informasi yang penting harus sudah tercakup

3 . Bagaimana anda mendifinisikan ide-ide melalui outline ?

Apabila anda menyusun pesan yang panjang dan kompleks, outline, sangat diperlukan dan menjadi penting artinya. Mengapa demikian ? hal ini karena dengan adanya outline akan membantu anda memvisualisasikan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya. Disamping itu , outline juga akan menuntun anda untuk mengkomunikasikan ide-ide dengan cara yang lebih sistematik, efesien, dan efektif. Melalui perencanaan yang baik, outline akan membantu anda mengekspresikan transisi ide-ide sehingga audiens akan mengerti dan memahami pola pemikiran anda.

Susunan suatu outline secara garis besar dapat digolongkan kedalam tiga golongan:

a) Mulailah dengan ide pokok
Ide pokok akan membantu anda menetapkan tujuan dan strategi umum dan suatu pesan.
Ide pokok tersebut dapat dirangkum ke dalam dua hal, yaitu :

1. Apa yang anda inginkan terhadap audiens untuk melakukannya atau memikirkaannya
2. Alasan yang mendasar mengapa mereka harus melakukan atau memikirkannya. Ide pokok merupakan titik awal untuk membuat outline

b) Nyatakan poin-poin pendukung yang penting
Menyusun poin-poin pendukung yang penting sebagai pendukung ide-ide pokok tersebut

c) Ilustrasi dengan bukti-bukti
semakin banyak bukti-bukti yang dapat disajikan outline yang adan buat akan menjadi semakin baik

4 . Sebutkan beberapa bentuk rencana organisasional

a) Jenis / tipe pesan bisnis yang paling umum digunakan adalah penyampaian yang langsung pada poin yang dituju. Direct request dapat berbentuk surat maupun memo, misalnya anda tertarik terhadap suatu produk baru dan anda berkeinginan sekali mengetahui berbagai hal tentang produk tersebut katakteristik, harga dan cara pembayaran , anda dapat membuat surat direct request.

b) Pesan-pesan rutin, good news, atau goodwill
Jika anda memberikan informasi rutin sebagai bagian dari bisnis tetap anda, audiens kemungkinan akan menjadi netral. Jika anda mengumumkan penurunan harga, menerima surat undangan , atau ucapan selamat dari teman sejawat, audiens akan senang mendengarkan. Jadi pesan-pesan rutin, good news, atau goodwill lebih cocok dengan menggunakan pendekatan langsung

c) Pesan –pesan bad news
Jika anda mengumumkan penolakan suatu lamaran, menolak kredit, merampingkan karyawan , atau menurunkan pangkat, audiens anda umumnya akan kecwa atau tidak senang mendengarnya. Oleh karena itu, pendekatan yang dapat diterapkan adalah pendekatan tak langsung . jika anda mempunyai berita yang tidak menyenangkan cobalah untuk menempatkannya pada bagian pertengahan surat dengan menggnakan bahasa yang halus

d) Pesan – pesan persuasive
Bila audiens benar-benar sangat tidak tertarik terhadap pesan-pesan yang anda sampaikan , pesan-pesan persuasive dapat digunakan dan pendekatannya adalah dengan cara tak langsung. Untuk melakukan penagihan pinjaman dan penjualan produk, pendekatan yang digunakan adalah persuasi. Anda perlu membuka pikiran audiens anda dengan melakukan persuasi sehingga mereka dapat memahami fakta yang ada.

5. Mengapa pesan-pesan good news dan goodwill menggunakan pendekatan langsung ?

Karena goodnews dan goodwill merupakan informasi rutin. Misalnya mengumumkan penurunan harga, menerima surat undangan , atau ucapan selamat dari teman sejawat.

6. Mengapa pesan-pesan badnews menggunakan pendekatan tidak langsung ?

Karena badnews pada umumnya akan membuat seseorang menjadi kecewa dan tidak senang mendengarnya misalnya, penolakan surat lamaran, menolak kredit, pemecatan karyawan , dan lain-lain.. , jadi akan lebih baik apabila ditempatkan pada bagian pertengahan surat dengan bahasa yang halus

Sumber :


Perancangan Pesan Komunikasi Bisnis

Perencanaan Pesan Komunikasi Bisnis merupakan suatu langkah strategis bagai pencapaian faktor penetu tujuan organisasi secara menyeluruh dan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan komunikasi. Pesan- pesan bisnisyang terencana dengan baik akan mempermudah pencapaian tujuan komunikasi. Proses komposisi ( composition process ) penyusunan pesan-pesan bisnis dapat dianalogikan dengan proses penciptaan lagu seperti yang dilakukan oleh seorang komposer.
Penyusunan pesan-pesan bisnis meliputi tiga tahap :
1.            Fase perencanaan,
 Adanya pemikiran yang sangat mendasar seperti masksud/tujuan komunikasi audience yang akan menerima pesan, ide pokok pesan-pesan yang akan disampaikan, dan saluran atau media yang akan digunakan dalam penyampaian pesan. Disamping itu intonasi suara juga perlu diatur, pakah melemah, mendatar atau tinggi. Yang penting adalah mensiasati situasi yang ada, sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai.
2.            Fase Pengorganisasian,
Erat kaitanya dengan penyusunan atau pengaturan kata- kata, kalimat, dan paragraf. Karena dalam penyusunan kata-kata harus dapat dipertanggungjawabkan terhadap yang dituangkan dalam kata-kata tersebut dan terdapat seleksi berbagai ilustrasi yang ada serta melakukan penyusunan mendukung ide pokok, gunakan kata-kata yang sederhana, mudah dipahami, dimengerti, dan dilaksanakan oleh si penerima pesan.
3.            Revisi,
Setelah ide yang disusun dituangkan dalam kata-kata, kalimat, paragraf, perhatikan apa kata-kata itu telah diekspereesikan dengan benar. Seluruh maksud dan isi pesan harus ditelaah kembali, apakah sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Kalau ternyata belum sesuai perlu dilakukan pengecekan sekaligus Revisi/perbaikan seperlunya, sehingga apa yang direncanakan sebelumnya dapat dicapai. Dalam melakukan perencanaan, maksud dan tujuan penyampaian pesan-pesan bisnis harus ditentukan terlebih dahulu baik secara umum maupun khusus disamping itu dalam tahap perencanaan, analisis audien yang mencakup pengembangan profil audience, pemenuhan kebutuhan informasi audience dan pemenuhan kebutuhan motivational audience perlu dilakukan. Langkah dalam proses perencanaanpesan-pesan komunikasi bisnis adalah menentukan ide utamanya. Ide utama merupakan rangkuman dari pesan-pesan yang disampaikan. Dengan mendefinisikan ide utama, akan diperoleh arahan tau petunjuk tentang apa yang harus dilakukan.

Penentuan Tujuan Pesan Bisnis
Pesan bisnis dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Pesan-pesan yang disampaikan kepada pihak lain hendaknya mampu menjaga dan meningkatkan citra perusahaan. Untuk dapat menciptakan Good will, setiap pesan bisnis hendaknya memilikitujuan yang jelas, dapat di ukur, dan tidak bertentangan dengan tujuan organisasi. Ada tiga tujuan unum komunikasi bisnis, yaitu :
1)      Memberi Informasi (informing)
Tujuan pertama dalam komunikasi bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitandengan dunia bisnis kepada pihak lain. Sebagai contoh, seorang pemimpin suatuperusahaan membutuhkan bebebrapa pegawai baru yang akan di tempatkan sebagai stafadminitrasi di kantor- kantor cabang yang ada.
2)      Membujuk atau persuasi (persuading)
Tujuan kedua komunikasi bisnis adalah memberikan persuasi kepada pihak lain agar apayang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan bener. Hal ini sering dilakukan, terutamayang berkaitan dengan negosiasi antara seseorang dengan orang lain dalam bisnis.
3)       Melakukan kerjasama atau kolaborasi (kolaborating)
Tujuan ketiga dalam komunikasi bisnis adalah melakukan kolaborasi atau kerjasama bisnisantara seseorang dengan orang lain. Malalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seseorangdapat dengan mudah melakukan kerjasama bisnis, baik dengan perusahaan domestikmaupun perusahaan asing.

Analisis Audiens
Analisis terhadap audiens sangat perlu dilakukan, audiens dalam studi komunikasi bisaindividu ataupun organisasi. Audiens biasanya memiliki pemahaman yang berbeda-bedaatas pesan yang mereka terima.

a.       Mengembangkan Profil Audiens
Analisis terhadap Audiens yang sudah dikenal biasanya relatif lebih mudah dilakukan tanpaharus melalui penelitian yang rumit. Demikian juga, reaksi atas pesan yang dikrim kepadaorang yang sudah dikenal pada umumnya bisa diperkirakan.
b.      Mengenali penerima primer
Apabila penerima terdiri dari beberapa orang, perlu dikenali orang-orang terpenting yangberpengaruh atau bertindak sebagai pengambil keputusan.
c.       Menetapkan jumlah dan komposisi audiens
Jumlah penerima juga memengaruhi pesan bisnis. Menulis pesan bisnis yang ditujukanhanya kepada satu orang akan berbeda dengan pesan bisnis yang ditujukan kepada banyak orang.
d.      Mengukur Tingkat Pemahaman Audiens
Apabila penerima memiliki latar belakang yang sama pengirim , maka pada umumnyamereka dianggap memiliki pemahaman yang relatif sama terhadap suatru pesan.
e.       Memperkirakan reaksi penerima
Cara mengorganisasikan pesan sangat tergantung pada reaksi yang diperkirakan akandilakukan oleh penerima.
f.       Memenuhi Kebutuhan Informasi Audiens
Pesan yang baik akan mampu memenuhi semua pertanyaan penerima . Memenuhikebutuhan informasi penerima merupakan salah satu kunci sukses pesan bisnis

Penentuan Ide Pokok
Setiap pesan-pesan bisnis akan bermuara pada satu tema atau topic, pokok yaitu ide pokok (main idea). Hal-hal lain selain ide pokok hanyalah ,merupakam ide-ide pendukung (supporting idea). Topic dan ide pokok merupakan dua hal yang berbeda. Topic adalah subjek pesan yang lebih luas, sedangkan ide pokok adalah pernyataan tentang suatu topic, yang menjelaskan isi dan tujuan dari topic tersebut, sehingga dapat diterima oleh audiens. Penentuan ide pokok memerlukan pengalaman dan kreatifitas. Ada tiga teknik atau cara yang dapat di perlukan untuk menentukan ide pokok :

1.       Brainstorming
Yaitu penentuan ide pokok dengan membiarkan pikiran mencari berbagai kemungkinan ide pokok secara leluasa. Ide yang diperoleh dengan cara tersebut akan lebih bervariatif, baru dan orisinil.
2.       Petunjuk atasan
Dalam organisasi yang menganut system senioritas, para pelaksana cenderung meminta petunjuk atasan dalam menentukan ide pokok.
3.       Kebiasaan
Untuk situasi yang relative sama atau kejadian yang berulang-ulang, biasanya dikembangkan ide pokok tertentu yang relatif sama. Penentuan ide pokok di lakukan berdasarkan kebiasaan.

Seleksi Saluran dan Media
Pesan-pesan bisnis harus sesuai dengan situasi yang ada. Ide-ide dapat disampaikan melaluidua saluran, yaitu saluran lisan dan tertuis. Pilihan mendasar antara berbicara atau menulistergantung pada tujuan atau maksud pesan, audiens dan karakteristik dari kedua saluran komunikasi tersebut.
·         Saluran komunikasi lisan (oral communications)
Komunikasi lisan merupakan saluran yang paling banyak di gunakan dalam bisnis,komunikasi itu antara lain, percakapan antara dua orang secara langsung (tatap muka), melalui telepon, wawancara, pidato, seminar, pelatihan, dan presentasi bisnis. Saluran itu disukai karena sederhana, spontan, nyaman, praktis, ekonomis dan memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam memberikan umpan balik (feed back)Alat bantu audiovisual seperti film, video klip, audio rekaman, proyektor LCD, dan slide show.
·         Saluran komunikasi tertulis (written communicationss)
Pesan-pesan tertulis dalam bisnis di buat dalam berbagai bentuk, misalnya surat, memo, proposal, dan laporan. Pilihan kata dalam pesan tertulis duilakukan dengan hati-hati untuk mempertahankan nada sopan dan bersahabat, kekurangannya adalah umpan balik secara langsung yang tidak bias di peroleh dengan waktu cepat. Dalam memilih saluran dan media berkomunikasi perlu dipertimbangkan tingkat kepentingannya, formalitas, kompleksitas, tingkat kerahasiaannya, emosional, dan biaya pengiriman serta harapan audiens.

Sumber: 


Landasan Pemikiran Komunikasi Bisnis

Pengertian dan Cakupan Komunikasi
n  Kemampuan berkomunikasi menunjukkan keberhasilan seseorang dalam mengirim pesan-pesan secara jelas, manusiawi, dan efisien.
n  Bidang komunikasi bisnis meliputi pengiriman dan penerimaan pesan-pesan dalam suatu organisasi di antara dua orang, diantara sekelompok kecil masyarakat, atau dalam satu atau beberapa bidang untuk mempengaruhi perilaku organisasi
n  Komunikasi bisnis merupakan suatu ajakan yang alami dan menggambarkan upaya untuk mempengaruhi perilaku dalam organisasi.
n  Presentasi bisnis adalah presentasi lisan yang dilakukan oleh orang-orang yang tertarik dengan penjualan gagasan, proses-proses program, produk dsb yang ditujukan kepada berbagai kelompok yang memiliki kekuatan untuk merekomendasi atau melakukan keputusan-keputusan pembelian

Bisnis Dalam Pandangan Komunikasi

Komunikasi bisnis adalah :
• Bentuk komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi , verbal maupun nonverbal .
• Komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis baik secara Internal , yakni orang-orang yang ada dalam Perusahaan itu sendiri melakukan komunikasi , maupun secara eksternal , yakni komunikasi perusahaan dengan pihak luar perusahaan.
Dalam komunikasi kegiatan promosi bisnis biasanya meliputi :
1. Kegiatan hubungan antar-manusia (human relation).
2. Kegiatan hubungan masyarakat (publik relation).
3. Kegiatan advertensi atau iklan.
Efektivitas komunikasi ditentukan oleh beberapa hal :
1. Persepsi
2. Ketepatan
3. Kredibilitas
4. Pengendalian
5. Kecocokan
Media Promosi menggunalkan alat bantuan seperti :
1. Surat Kabar
2. Televisi
3. Radio
4. Majalah
5. Buka toko (out-door)
6. Direct Mail
Beberapa karakteristik komunikasi bisnis yang baik
1. Disusun menurut siapa yang akan menerima pesan dan informasi yang seperti apa yang dibutuhkan.
2. Disusun mempertimbangkan waktu dan biaya.
3. Disusun untuk lebih dari satu tujuan.
4. Disusun dengan memperhatikan kata dan informasi yang dikirimkan.

Difusi Dan Inovasi
Difusi Inovasi adalah teori tentang bagaimana sebuah ide dan teknologi baru tersebar dalam sebuah kebudayaan. Teori ini dipopulerkan oleh Everett Rogers pada tahun 1964 melalui bukunya yang berjudul Diffusion of Innovations. Ia mendefinisikan difusi sebagai proses di mana sebuah inovasi dikomunikasikan melalui berbagai saluran dan jangka waktu tertentu dalam sebuah sistem sosial.
Inovasi merupakan ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh manusia atau unit adopsi lainnya. Teori ini meyakini bahwa sebuah inovasi terdifusi ke seluruh masyarakat dalam pola yang bisa diprediksi. Beberapa kelompok orang akan mengadopsi sebuah inovasi segera setelah mereka mendengar inovasi tersebut. Sedangkan beberapa kelompok masyarakat lainnya membutuhkan waktu lama untuk kemudian mengadopsi inovasi tersebut. Ketika sebuah inovasi banyak diadopsi oleh sejumlah orang, hal itu dikatakan exploded atau meledak.
Konsep Teori Difusi Inovasi
Tujuan utama dari difusi inovasi yaitu diadopsinya suatu inovasi yakni gagasan, ilmu pengetahuan dan teknologi baik oleh individu maupun kelompok sosial tertentu. Oleh karenanya Rogers mengemukakan bahwa terdapat 4 karakteristik inovasi yang yang dapat mempengaruhi tingkat adobsi dari individu maupun kelompok sosial tertentu.
a.       Keuntungan Relatif (Relative Advantage)
Keuntungan relatif adalah bagaimana suatu inovasi yang baru ini dapat dikatakan lebih baik dari inovasi sebelumnya atau justru tidak lebih baik dari inovasi sebelumnya. Tolak ukuranya adalah bagaimana seorang adopter merasakan langsung dampak dari inovasi tersebut yang menjadikanya puas ataupun tidak puas pada sebuah inovasi. Semakin besar keuntungan relatif yang dirasakan oleh adpoter akan menjadikan inovasi tersebut semakin capat untuk diadopsi oleh suatu kelompok
b.      Kesesuaian (compatibility)
Kesesuaian berkaitan dengan bagaimana suatu inovasi itu dapat dikatakan sesuai dengan kondisi masyarakat, kebudayaan dan nilai-nilai dalam masyarakat tersebut, serta tentu saja apakah sesuai dengan kebutuhan yang ada. Jika sesuai dengan apa yang disebutkan makan suatu inovasi itu akan mudah diadopsi bilamana tidak maka sebaliknya akan sulit diadopsi.
c.       Kerumitan (complexity)
Kerumitan berkaitan dengan seberapa rumit suatu inovasi dapat dipahami dan dijalankan oleh adopter. Semakin rumit tentu saja akan semakin sulit untuk diadopsi begitu pula sebaliknya semakin mudah dipahami maka inovasi tersebut akan semakin mudah untuk diadopsi.
d.      Dapat diuji coba (triability)
Suatu inovasi akan lebih mudah diadopsi manakala inovasi tersebut dapat di uji cobakan dalam kondisi sebenarnya. Bahwa suatu inovasi tersebut, sesuai atau tidaknya dapat segera diketahui manakala dapat dilihat melalui suatu uji coba. Dengan uji coba para adopter dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari inovasi tersebut sebelum diadopsi seluruhnya.
Umpan Balik

a.   Umpan depan adalah informasi pengantar mengenai komunikasi masa mendatang yang meliputi pesan-pesan verbal. Penguraian sandi adalah suatu proses pemberian arti terhadap simbol-simbol yang diterima. Penerima adalah orang yang menerima simbol-simbol

b.      Umpan balik adalah setiap pesan verbal atau non verbal yang dikirimkan kembali kepada sumber yang berhubungan dengan pesan sumber. Gangguan adalah setiap faktor yang mengubah atau mencampuri penerimaan yang jelas. Konteks meliputi kondisi fisik dan kondisi lain yang melingkupi tidakan komunikasi.
Sumber :