Kamis, 29 September 2016

Asal-Usul Chamomile beserta Khasiatnya


CHAMOMILE
(DEFINISI DAN MANFAAT)

Chamomile atau lebih dikenal sebagai kamomil adalah tumbuhan semusim yang memiliki nama ilmiah Matricaria kamomil L., Anthemis nobilis atau Chamaemelum nobile (L.), dari keluarga tanaman Compositae (Asteraceae). Tanaman ini tumbuh di seluruh wilayah Eropa dan wilayah Asia yang memiliki 4 musim. Chamomile juga telah tersebar luas di Amerika Utara dan Australia. Chamomile memerlukan tanah yang terbuka (seperti kebun teh) untuk dapat tumbuh, biasanya tumbuh secara liar di pinggir jalan atau di ladang-ladang. Tanaman chamomile dapat tumbuh setinggi 15 sampai 60 cm dengan batang yang berkerut dan bercabang dan daun berwarna hijau pucat. Bunganya mirip dengan bunga aster dengan kuntum berwarna putih dengan inti berwarna kuning. Daunnya panjang dan kecil berkelompok dua atau tiga daun dalam satu tangkai. Batang dan bunga inilah yang umumnya dimanfaatkan untuk membuat teh kamomil, ekstrak kamomil, dan kapsul kamomil, yang diyakini memiliki banyak khasiat herbal.

Chamomile berasal dari kata Yunani Chamos dan milos, yang berarti apel, karena memiliki aroma yang mirip dengan aroma dari buah apel.
Telah lama diyakini berkhasiat untuk mengatasi gangguan masalah tidur, insomnia, kecemasan, alergi, pencernaan serta digunakan dalam produk kecantikan.

Berikut beberapa penjelasan mengenai khasiat dari tanaman Chamomile :

Mengatasi kecemasan dan gangguan tidur

Teh herbal kamomil sudah sejak lama digunakan sebagai obat penenang untuk mengatasi kecemasan dan merangsang rasa kantuk. Studi klinis modern telah menjelaskan manfaat khasiat Chamomile bagi kesehatan, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kapsul kamomil gejala kecemasan menurun, jika dibandingkan dengan mereka yang mengambil plasebo(pengobatan tanpa efek samping). Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan tikus, dosis yang ekstrak kamomil telah diketahui menginduksi tidur.

Mengobati Alergi

Khasiat lain yang dikenal adalah sifat anti-alergi nya. Dalam sebuah studi klinis yang dilakukan pada hewan tikus yang mengalami gatal, menunjukkan bahwa tikus yang diberi chamomile menunjukkan penurunan gejala dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi chamomile.

Mengobati Masalah Pencernaan

Secara tradisional tanaman ini sudah digunakan untuk mengobati masalah terkait pencernaan, termasuk sindrom iritasi usus, gangguan pencernaan, sakit perut, diare, dan gas perut. Chamomile bekerja sebagai peregangan bagi otot perut termasuk usus halus. Hal ini biasanya dikombinasikan dengan herbal lain.

Produk Kecantikan

Ekstrak kamomil juga digunakan untuk bahan salep, krim, dan gel yang digunakan untuk mengobati iritasi kulit serta untuk bahan masker pada wajah. Chamomile diyakini memiliki sifat anti-mikroba dan anti-bakteri, sehingga baik untuk mengobati luka, eksim, luka bakar, ruam, dan wasir.


Khasiat kamomile lainnya :
  1. Dikonsumsi sebagai teh untuk membantu mengatasi sakit pinggang dan rematik
  2. Uap kamomil yang dihirup untuk mengobati pilek dan serangan asma.
  3. Teh chamomile dikonsumsi untuk meringankan morning sickness pada ibu hamil,
  4. Membantu mengatasi pencernaan jika dikonsumsi setelah makan.
  5. Ekstrak chamomile yang dioleskan untuk membantu dan mempercepat penyembuhan luka, luka bakar dan luka kulit.
  6. Meredakan gatal dan peradangan, termasuk eksim, ruam kulit dan kulit terbakar matahari
  7. Kompres dingin ekstrak chamomile untuk mengurangi peradangan dan iritasi pada mata.
  8. Teh atau ekstrak kamomil yang dicampurkan kedalam air hangat untuk mandi bisa mengurangi kegelisahan, relaksan, dan membuat mengantuk bagi orang yang menderita insomnia.
  9. Teh Chamomile yang diminum untuk membantu pergerakan usus,
  10. Teh chamomile yang digunakan berkumur untuk mengobati luka mulut dan gingivitis.
  11. Minum teh chamomile diyakini bisa mengendurkan otot-otot polos dalam rahim, sehingga mengurangi rasa ketidaknyamanan yang berhubungan dengan menstruasi.
  • Kamomil aman jika digunakan dengan aturan yang benar, namun bisa menyebabkan alergi bagi orang yang sensitif dan telah diketahui alergi terhadap krisan atau tanaman lain dari keluarga Compositae.
  • Tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui
  • Bersifat mengencerkan darah, sehingga tidak boleh diminum jika sedang menggunakan obat atau suplemen yang mengencerkan darah
  • Bisa menyebabkan perdarahan, tidak boleh dikonsumsi atau digunakan sebelum dan setelah operasi.
  • Tidak disarankan dogunakan oleh orang dengan gangguan perdarahan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar