Bagian 2 : Keuntungan
Menjadi Komunikator Dunia Bisnis
1. Melihat Perilaku Konsumen
Definisi perilaku konsumen sendiri
mengarah pada bagaimana memahami tindakan-tindakan yang dilakukan konsumen
dalam hubungannya dengan produk. Tindakan yang dimaksud dapat berupa keputusan
konsumen dalam memilih suatu produk. Keputusan konsumen tersebut dapat
dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain dapat dilihat dari
pertanyaan-pertanyaan berikut,
a.
Mengapa
konsumen membeli produk tersebut?
b.
Untuk
apa konsumen membeli produk tersebut?
c.
Di
mana konsumen bisa mendapatkan produk tersebut?
d.
Dan
seberapa sering konsumen membeli produk tersebut?
Maka seorang marketer harus dapat
mengetahui perilaku konsumen atau faktor yang mendasari pengambilan keputusan
dari konsumen mereka atau target konsumen yang dituju agar strategi marketing
mereka lebih tepat sasaran.
Terdapat dua faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen dalam keputusan pembelian , yaitu :
INTERNAL
Faktor internal konsumen meliputi :
a.
Persepsi
Setiap konsumen memiliki sudut pandang
dan persepsi yang berbeda-beda dalam melihat dan memahami setiap permasalahan
yang dihadapi. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk mengetahui hal apa yang
mendasari terbentuknya suatu persepsi konsumen. Secara sederhana persepsi
adalah reaksi yang timbul dari suatu rangsangan terhadap suatu objek, yang
lebih jauhnya bereaksi pada keputusan. Jadi persepsi itu terbentuk melalui
indra-indra yang dimiliki oleh manusia.
b.
Kepribadian
dan Gaya Hidup
Setiap orang memiliki kepribadian yang
berbeda-beda, dan secara umum pembentukan kepribadian tersebut dipengaruhi oleh
berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Kepribadian sering diartikan sebagai
karateristik individual yang merupakan perpaduan dari sifat, temperamen,
kemampuan umum dan bakat yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh individu
dan lingkungan.
c.
Motivasi
Motivasi adalah aktivitas perilaku yang
bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan. Sedangkan
definisi untuk motivasi konsumen adalah keinginan yang ingin dipenuhi oleh
individu konsumen tersebut terhadap setiap produk yang ingin dimiliki demi
mencapai tujuan yang diharapkan.
2. EKSTERNAL
Perilaku konsumen menjadi hal yang
harus diperhatikan oleh perusahaan khususnya oleh seorang marketer. Dengan
mengetahui perilaku konsumen dalam membeli suatu barang maka seorang marketer
dapat menentukan dengan tepat pilihan strategi yang harus digunakan. Yang mana
dalam perilaku ini hal yang harus diperhatikan oleh seorang marketer, yaitu
perilaku konsumen dipengaruhi oleh dua faktor. Dua faktor tersebut adalah faktor
internal dan faktor eksternal.
2.
Menentukan Strategi Komunikasi yang Tepat
Banyak strategi pemasaran yang berhasil
hanya dengan menggunakan trik-trik sederhana saja. Semua strategi bertuju pada
satu inti; untuk meningkatkan kesadaran target pengguna terhadap merek yang
ditawarkan guna mendorong penjualan dan pendapatan.
Model PESO
Strategi model PESO ini dipelopori oleh
pakar pemasaran dan humas Gini Dietrich. Ia mempunyai tujuan yaitu mendorong
professional PR dalam hal mengurangi ketergantungan mereka terhadap pembelian
media tradisional, seperti media cetak, siaran, radio maupun digital. Dengan
meningkatnya pembuatan konten pemasaran, inbound marketing serta social media
marketing, model PESO mempunyai daya tarik tersendiri untuk menjadi fondasi
perusahaan dalam melakukan strategi pemasaran. Dengan kata lain, model PESO
memudahkan anda dalam mengkategorikan konten dan komunikasi mana yang paling
efektif untuk disalurkan ke dalam media yang berbeda. Ini membantu anda untuk
mengintegrasikan usaha pemasaran anda dengan lebih baik dan
mengindentifikasikan peluang-peluang yang tersedia.
Keempat kaegori dalam model PESO
tersebut yaitu:
a) Paid media
Paid media adalah pemasangan
iklan-iklan melalui media berbayar yang diantaranya mencakup iklan di media
sosial, iklan melalui sponsor, iklan bayar per klik serta konten online lainnya
yang mengharuskan kita untuk membayar sejumlah uang.
b) Earned media
Earned media adalah ketika para fans
atau followers melakukan respon terkait merek, produk serta layanan yang
ditawarkan oleh perusahaan anda. Bentuk respon bisa melalui retweet, likes,
shares ataupun aktivitas viral marketing lainnya. Ini dapat pula diciptakan
melalui liputan media, kutipan artikel, wawancara, ulasan serta kegiatan lain
yang merekomendasikan merek terkait.
c) Shared media
Shared media atau media bersama mengacu
pada segala sesuatu yang berkaitan dengan media sosial dan tidak membutuhkan
budget dalam kegiatan pemasarannya.
d) Owned media
Owned media adalah media yang dimiliki,
dibuat serta dikendalikan sendiri oleh perusahaan. Ini dapat berupa situs web,
blog, email, presentasi online, video online, ebooks, konten media sosial dan
sebagainya.
2. Model NICE
Tujuan dari model NICE ini adalah untuk
memastikan Anda agar dapat menghasilkan konten yang tepat untuk target pengguna
yang tepat pada waktu yang tepat pula. Alih-alih mengandalkan di mana dan
bagaimana konten akan dipublikasikan seperti yang ada pada Model PESO, Model
NICE ini berfokus kepada siapa, kapan dan mengapa. Ini akan membantu anda untuk
menyampaikan pesan secara efektif serta tepat sasaran.
Keempat langkah yang dianjurkan dalam
pelaksanaan model NICE ini adalah:
a) New
Langkah pertama yang sangat penting
adalah bagaimana cara untuk mendapatkan target potensial baru dalam bisnis
anda. Ini dapat dilakukan dengan membangun kesadaran mengenai merek terkait,
Beberapa strategi yang bisa dijalankan diantaranya: search engine optimization,
search engine marketing, iklan, lead magnet, media sosial, penerbitan konten
dan kerjasama dengan para blogger.
b) Interest
Langkah selanjutnya adalah bagaimana
cara mengkonversi kesadaran potensial pelanggan mengenai merek anda untuk
kemudian berubah menjadi rasa ketertarikan. Itu berarti anda perlu terus
berupaya untuk menarik minat mereka terhadap produk dan layanan. Proses ini
bisa memakan waktu beberapa hari, minggu, bulan atau lebih lama, tergantung
pada siklus penjualan produk anda. Interaksi awal adalah kunci keberhasilan
menarik minat potensial pelanggan. Ini bisa dilakukan melalui email pemasaran,
blogging, konten video, infographics dan banyak lagi.
c) Convert
Tidak hanya sampai pada rasa
ketertarikan, anda harus terus mendorong potensial pelanggan agar akhirnya mau
untuk membeli produk anda. Pemasaran serta penargetan yang dilakukan secara
periodical akan menjadi sangat efektif dalam keberlangsungan bisnis anda. Anda
bisa melakukannya dengan menguji coba pemasaran mana yang paling tepat untuk
dijalankan guna memaksimalkan laba atas investasi anda.
d) Engage
Begitu pada akhirnya potensial
pelanggan mengambil tindakan untuk membeli produk anda, pekerjaan anda belum
bisa dinyatakan berakhir begitu saja. Anda harus tetap mengembangkan loyalitas
pengguna terhadap merek anda, mendorong pembelian berulang serta menyebarkan
pemasaran melalui mulut ke mulut. Keterlibatan pengguna merek sangat penting
dalam strategi ini guna menarik pengguna baru. Ini bisa dilakukan melalui
promosi khusus, media sosial, konten pendidikan, dan sebagainya.
Mengapa Anda harus merencanakan
strategi komunikasi yang efektif, dan efisien? Oleh karena perencanaan strategi
akan memberikan kontribusi yang luar biasa pada keberhasilan.
Rencana Strategi Komunikasi
Strategi komunikasi ini direncanakan
untuk mencapai tujuan tertentu, memiliki target audiensi khusus, serta didesain
dan disampaikan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Strategi ini bisa
berubah oleh aturan, praktik organisasi, atau perilaku individu.
Perlunya Rencana Strategi Komunikasi
Komunikasi adalah bagian dari
keseluruhan proses implementasi strategi. Komunikasi ini seharusnya
direncanakan secara strategis, namun di tahap awal, pada praktiknya banyak orang
yang kurang begitu memerhatikan.
Apa perbedaan besar antara komunikasi
yang direncanakan secara strategis dan yang tidak? Bila direncanakan,
kondisinya adalah sebagai berikut:
a.
Target,
audiensi, serta pesan akan terklarifikasi, sebelum memutuskan media apa yang
dipilih untuk menyampaikan pesan komunikasi.
b.
Individu
yang kreatif akan merencanakan untuk bisa mencapai hasil yang diharapkan.
c.
Anda
bisa lebih fokus pada audiensi, pesan, dan isi.
d.
Media
dipertimbangkan sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar